Yaa ayyatuhannafsu Mutmainnah irji’i ila robbiki rodiyatam Mardiyah fadhuli fi ibadi wadhuli jannati.
HENING NUSANTARA

Air mata kembali mengalir
Dari hulu hingga hilir
Melukis pelangi sesenggukan
Bibir kecil kian sumbing
Katanya negeri ini sedang berduka
Hari Jumat ini sukar tuk bicara
Sebab ulama Nusantara kembali kehadirat-Nya
Hening gubuk alas kecil,
yang ditinggali burung dara centil
Rasa gelisah itu kembali tiba
Setelah kobaran api menjelma nyata
Hangus puing tak tersisa
Tinggal kenangan menjadi cerita
Hening..
