Ratiban, Tradisi Syukuran Masyarakat Pandansari

Ratusan warga Pandansari tersebut, baik orang tua maupun anak-anak, berjalan kaki menyusuri jalan utama mulai dari Kantor Desa menuju Telaga Ranjeng yang lokasinya berada persis di tengah desa. Dari balai desa, masyarakat mengarak 57 tumpeng yang berasal dari 57 Rukun Tangga (RT) di seluruh desa Pandansari menuju Telaga Ranjeng.

Setelah sampai di Telaga Ranjeng, ada sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat serta pejabat daerah. Prosesi selanjutnya adalah pembacaan doa, setelah itu pelarungan sesajen dan bunga lalu diakhiri dengan makan tumpeng bersama-sama atau dikenal dengan makan takiran.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menurut Kepala Desa Pandansari Irwan Susanto, Ratiban merupakan tradisi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas kelimpahan rezeki dari Allah. “Karena tujuannya adalah syukuran, dalam acara juga kami isi dengan bacaan zikir, tahlil, dan doa. Kemudian penutupnya dengan makan bersama nasi tumpeng,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan