Revolusi Filsafat yang Dibawa Nabi Muhammad

Berdasarkan uraian tersebut, dapat ditegaskan bahwa Nabi Muhammad bukan sekadar pemimpin religius, melainkan juga seorang revolusioner filsafat yang membawa perubahan paradigmatik dalam sejarah manusia. Revolusi yang beliau gagas mencakup dimensi epistemologis (perpaduan wahyu dan rasio), sosial-politik (egalitarianisme dan konsep ummah), serta eksistensial-etis (makna hidup, kasih sayang, dan keadilan).

Warisan filosofis tersebut tidak hanya membentuk peradaban Islam, tetapi juga menawarkan kerangka universal bagi kemanusiaan. Dengan demikian, kajian ilmiah atas peran Nabi Muhammad dalam sejarah filsafat tidak hanya penting, tetapi juga mendesak, mengingat relevansinya yang abadi dalam menghadapi tantangan global kontemporer.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Referensi:

Abdullah, M. Najib. Filsafat Islam: Pendekatan Tema dan Konteks. Jember: Universitas Islam Negeri, 2019. http://repository.uingusdur.ac.id/436/1/FILSAFAT%20ISLAM%20-%20Pendekatan%20Tema%20dan%20Konteks.pdf.

Anjar Herdiansyah, Deden. Sejarah Nabi: Revolusi Sosial Muhammad SAW. 2024.

Ghalib, Achmad. Filsafat Islam. Jakarta: FITK UIN Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/32750/1/FILSAFAT%20ISLAM%20BUKU.pdf.

Khoiriyah, Qori. “Filsafat Kenabian Menurut Murtadha Muthahhari.” Skripsi, UIN Bengkulu, 2020. http://repository.iainbengkulu.ac.id/728/1/Qori%20Khoiriyah.pdf.

Tinggalkan Balasan