RISALAH SARUNG DAN PECI

ALIBI SEPERTIGA MALAM

Saat matahari dunia terpejam rapat
dan bising riuh mulai beranjat
ada rindu yang merangsang pintu langit
mengantarkan jiwa letih, yang sempat jatuh sakit
air wudu membasuh letih yang tersisa
membangunkan jiwa raga dari lelapnya masa
sajadah terbentang, saksi bisu penyerahan
sujud menghadap Tuhan, Sang Maha bagi segala urusan
tanpa penonton, tanpa tepuk tangan
hanya bisikan lirih di sela isak tangisan
mungkinkah bumi mendengar suaramu yang parau?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

oh, tidak, bumi tak mendengar suaramu yang parau

namun langit bergetar, menyambut doamu yang menyambar

engkau tumpahkan segala resah dan rahasia
kepada Dia yang Maha Bijaksana
sujud malam adalah cahaya di balik kelam
loka jiwa pulang sebelum fajar menyalam
sebuah Alibi yang tertinta di sepertiga malam
bahwa esok kan cerah, bagi jiwa yang tak lagi suram

 

DIKSI SUNYI

langit sedang mengeram dalam sunyi
di saat bintang-bintang mengawasi rahasia bumi
langkah semu menyeruak di keheningan malam
menuju sumber air yang suci
menyirami debu dunia yang menguasai hati
di atas permadani tipis yang membujur rendah
dunia yang perkasa hilang menjadi butiran-butiran kasa
tertunduk malu di hamparan dahi yang bersujud lama
letakkan Mahkota itu!
tak perlu diksi yang kuat
atau kosa kata yang menggugat
dia memahami, bahkan dalam hatimu yang paling pekat
menumpahkan suah adalah detak yang menenangkan
mengusir cemas, memeluk segala ketidakpastian
sampai fajar menyingkap di ufuk timur
kau bangkit dengan jiwa yang telah terukur
bukan lagi budak yang kalah oleh beban
tapi tuan yang siap menaklukkan tantangan

Sumber ilustrasi: unsplash.com.

Tinggalkan Balasan