Romantika Santri

Sebagai seorang pencari ilmu, santri dituntut gigih dan semangat dalam belajar. Sebab, keberadaan santri di dalam pondok pesantren tidak lain memang untuk mempelajari ilmu agar memiliki bekal untuk kehidupan di dunia dan akhirat kelak.

Selama 24 jam sehari di dalam lingkungan pondok pesantren dan terus-menerus belajar, para santri pasti ada kalanya sampai pada titik jenuh atau mengalami kebosanan. Biasanya, untuk membuang kejenuhan atau kebosanan, para santri mencari hiburan dengan cara bercanda atau guyonan. Tertawa bersama agar kondisi psikis kembali segar.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Karena itu, sesungguhnya bersenda gurau di antara santri di dalam pesantren menjadi sesuatu yang penting. Baik untuk menghibur diri sendiri maupun orang lain agar tidak ada beban pikiran yang menurunkan semangat ataupun putus asa.

Ketika di kamar atau di masjid atau di kobong atau di sekolah, terkadang santri menemukan sebuah canda tawa untuk menghibur teman-temannya agar tidak bosan atau pikirannya suntuk. Sebab, kebosanan, kejenuhan, atau beban pikiran akan berpengaruh terhadap daya ingat atau daya hafal atau rasa percaya dirin dan semangat untuk belajar ilmu.

Tinggalkan Balasan