Senda guruai, candaan, atau guyonan juga penting bagi tak hanya bertujuan untuk menghibur diri atau diri orang lain, namun juga bisa menjadi media untuk mempererat ikatan pertemanan dan tali persaudaraan di kalangan santri.
Kiai, pengasuh pesantren, ustadz, atau guru biasanya juga memahami kondisi seperti ini. Agar para santrinya tidak jenuh atau bosan hingga semangatnya kendur, kiai atau guru sering menyelipkan candaan atau guyonan atau lelucon saat mengajar atau mengaji. Hal itu dilakukan para kiai agar para santri tidak bosan saat mengikuti kajian kitab atau mendengar penjelasan dari kiai, misalnya.

Biasanya, yang paling sering didera kejenuhan, kebosanan, dan beban pikiran adalah santri baru. Karena baru merasakan berada di lingkungan pondok pesantren, dan belum terbiasa jauh dari orangtua atau keluarga, santri baru sering dilanda kegalauan. Maka, tak heran yang sering terlihat menangis, misalnya, adalah santri-santri baru. Yang lebih sering terlihat sedih, diam, menyendiri juga santri baru. Yang lebih sering minta izin untuk menghubungi orangtua juga santri baru. Hal-hal itu terjadi lantaran santri baru memang belum terbiasa dengan suasana pondok.
Di situlah pentingnya peran seorang teman atau sesama santi yang lain. Jika ada santri yang mengalami kebosanan, kejenuhan, atau homesick, misalnya , maka kehadiran seorang teman, lebih-lebih santri senior atau kakaknya, sangatlah penting. Santri yang lain bisa menghiburnya dengan candaan, guyonan, atau memberi motivasi dan dukungan. Dengan demikian, agar yang mengalami kegalauan tidak putus ada dan kembali bersemangat untuk belajar.
