Royyan Julian dan Meta Maduraisme

Ketiadaan museum yang memadai ini menjadi metafora penting dalam pembacaan Royyan. Madura kerap dibanggakan sebagai identitas, tetapi miskin upaya serius untuk mengelola dan memahami sejarahnya sendiri. Di titik ini, meta-maduraisme bekerja secara tajam: Madura tidak lagi diposisikan sebagai warisan yang sekadar dirayakan, melainkan sebagai ruang yang perlu dikritik, diingat ulang, dan diproduksi kembali secara sadar.

Melalui esai-esai dalam buku ini, Royyan tidak sedang menelanjangi Madura untuk merendahkannya, melainkan mengajaknya bercermin. Ia mengingatkan bahwa cinta pada identitas tidak cukup dengan romantisasi, tetapi menuntut keberanian untuk membaca luka, kekosongan, dan paradoks yang menyusunnya. Justru melalui sikap kritis inilah, Madura dimungkinkan untuk terus hidup sebagai identitas yang bergerak, terbuka, dan manusiawi. Wallahu a’lam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Data Buku:

Judul: Cinta Ditolak, Gaspol Bertindak!: Madura dan Orang-orangnya
Pengarang:  Royyan Julian
Editor:  Abraham Herdyanto
Penerbit:  baNANA, 2026
ISBN: 6349626915, 9786349626910
Isi: 190 halaman

Tinggalkan Balasan