Melihat tren jumlah kasus yang terus bertambah, Dinas Kesehatan Banyuwangi bekerja sama dengan pengurus Pondok Pesantren Darussalam Blokagung terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya, penerapan protokol kesehatan di lingkungan pondok diperketat. Lingkungan pondok, misalnya, benar-benar tertutup untuk orang luar. Tidak boleh ada kunjungan dari wali santri. Santri yang berada di dalam juga dilarang keluar dari lingkungan pondok.
Selain memperketat penerapan protokol kesehatan, para santri juga diajak untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imun). Selama masa karantina, misalnya, tiap pagi para santri yang positif Covid-19 diajak berjemur dan senam pagi. Senam biasanya dilaksanakan di lapangan pondok yang berlokasi di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

“Kita ajak senam dan berjemur. Ini untuk menjaga imun tubuh. Seluruh kegiatan kita lakukan bersama dengan pengasuh Ponpes, Dinkes Jatim, KKP, dan Kementerian Kesehatan,” ujar dr Widji Lestariono. Ia juga menegaskan bahwa seluruh santri yang dikarantina saat ini dalam kondisi baik dan sehat. Mereka merupakan pasien Orang Tanpa Gejala (OTG).
