“Anggapan demikian harus diubah dan perlu ada kesadaran yang mendalam,” tutur Ning Azzah, sapaan akrabnya. Minimnya literasi digital, lanjut dia, harus ditindaklanjuti oleh para kiai dan ibu nyai untuk mengenalkan literasi dakwah di media sosial dalam forum-forum.
Ning Azzah menambahkan, perlu memahami dakwah yang saat ini diminati. Pemilihan dakwah yang mengena akan mempermudah jalannya. “Kira-kira yang dapat diterima berbagai kalangan, dapat menyajikan sesuai minat dan kecenderungan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, jika para kiai dan ibu nyai dituntut dapat menggunakan teknologi, maka santri juga harus melek adanya teknologi. “Dengan demikian, para santri bisa mengikuti dakwah yang disampaikan kiai dan bu nyai di media sosial,” pungkasnya.
