2025.
PERAYAAN III

di trotoar-trotoar berbeda
suara-suara melengking merayu Tuhannya
ia sayu tanpa nama
memusatkan isi-isu kepala setiap sudut
kutelan satu di antara yang kita dengar
hingga angan-angan terparkir
“adakah yang kita lagukan tersisa di ujung hati ini hingga kita rayakan bersama-sama”
aku tak bisa
memastikannya dan berkata bahwa setiap suara memantaskan diri untuk berlabuh dan menyala dari ramai damai
aku hanya mengingat
di langit
ada hiasan terbuka
tiada____indahnya
seterbuka dari kebebasan-kebebasan.
Telang, 2025.
