Simposium Kosmopolitanisme Islam Nusantara Dibuka Kiai Said

“Kultur Islam vernakular Asia Tenggara dapat diibaratkan seperti proses memasak. Memasak terjadi karena ada berbagai campuran bumbu, yang ketika matang rasanya melampaui bumbu asalnya,” terangnya.

Sementara itu, Prof Azyumardi Azra menegaskan bahwa Indonesia dianggap kosmopolitan sebab kedudukannya sebagai negara maritim mampu menjadi tempat pertemuan berbagai agama di dunia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ia menambahkan bahwa warisan budaya kosmopolitanisme Islam yang dapat kita rasakan salah satunya adalah Bahasa Melayu yang saat ini menjadi bahasa nasional. Sependapat dengan Feener, ia menyebut bahwa di Indonesia terdapat mutual accomodation yang menjadikan Islam Indonesia sebuah budaya vernakular (lokal) yang khas.

One Reply to “Simposium Kosmopolitanisme Islam Nusantara Dibuka Kiai Said”

Tinggalkan Balasan