Rasulullah sangat menganjurkan orang yang datang menjenguk untuk memberikan nasihat pada yang sakit. Nasihat tersebut bisa dengan menghiburnya seraya memberikan kabar gembira atau pujian serta doa panjang umur. Beliau sangat menganjurkan untuk memberikan semangat hidup kepada yang sakit. Kendatipun terkadang hal tersebut tidak mengubah takdir Allah, setidaknya akan memberikan dukungan dan hiburan untuk jiwa yang sakit.
Nasihat yang lain, bila orang yang sakit terus merintih akan penyakitnya atau mengeluh tiada henti, Rasulullah akan menasihatinya dengan berkata, “Wahai Saudaraku! Bersabarlah … bersabarlah sampai kamu keluar dari dosa-dosamu.”

Rasulullah sangat memerhatikan orang sakit karena banyak keutamaan menjenguk orang sakit. Memperhatikan orang yang sakit termasuk satu di antara lima hak muslim atas saudaranya, seperti hadis berikut,
عن أبي هريرة -رضي الله عنه-: أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال:«حقُّ المُسلمِ على المُسلمِ خمسٌّ: ردُّ السلام، وعِيَادَةُ المريض، واتباع الجنائز، وإجابة الدَّعوة، وتَشميتُ العاطِ».
Abu Hurairah raḍiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaqun’alaih).
Bagi seorang muslim, memberikan perhatian kepada orang sakit hendaknya bukan menjadi sebuah beban, atau pelengkap dari ibadah. Hal tersebut semestinya dianggap sebagai kewajibannya. Ketika seseorang mencurahkan perhatian kepada saudaranya yang tergolek sakit, ia akan merasakan sebuah kenikmatan spiritual sehingga akan mempercepat proses kesembuhan orang yang sakit.
Rasulullah sudah mencontohkan, beliau mengasihi orang sakit tanpa memandang keyakinan yang dianut orang tersebut. Beliau juga berusaha memenuhi kebutuhan saat menjenguk orang yang sedang sakit. Terlepas hal itu bagian dari strategi dakwah, namun tindakan ini sudah mencerminkan sikap Islam yang mengasihi sesama manusia.
Rangkaian kisah tersebut hendaknya menjadi nasihat bagi kita agar berbuat baik kepada orang yang sedang sakit. Kewajiban seorang yang beriman di antaranya membantu orang lain yang sedang mengalami penderitaan atau sakit. Mengurangi penderitaan orang yang sedang sakit bukan sekadar merupakan perbuatan mulia, tetapi juga kewajiban seorang muslim terhadap orang lain.
Di masa pandemi seperti ini. sangat diperlukan kerja sama di antara kita. Karena dengan saling membantu, dampak dan beban dari pandemi akan bisa dikurangi.
