SUARA YANG MENOLAK DIBUNGKAM

Guluk-Guluk, 2026.

 

SUARA RINGKIH KAMI

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kami sungguh percaya
pesantren adalah pelita,
tempat jiwa dan raga ditempa
menjadi pribadi bijaksana.

Kami datang
dengan seragam sederhana,
membawa titipan hati ibu
yang diselipkan sunyi
di lipatan mukena.

Namun malam-malam menjadi asing.
Ada langkah berat
menggerogoti kamar-kamar,
dan ketakutan tumbuh merayap
lebih cepat
daripada hafalan kami.

Nama itu terlalu kuat untuk dilawan.
Suara itu terlalu dipuja untuk dibantah.
Orang-orang menyelipkan hormat
di telapak tangannya,
sementara kami memikul trauma
di bahu yang belum sempat dewasa.

Dan ketika kami mencoba bergerak maju,
tembok-tembok segera berdiri:

“Jangan fitnah ulama.”
“Jaga nama baik pondok.”

Kami hanya mampu menangis diam-diam,
seperti hujan yang jatuh
namun tak pernah diakui musim.

Satu hal pahit yang kami tahu:
kadang kuasa dapat menyamar—
menjadi nasihat,
menjadi senyum,
menjadi panggilan agama.

Kini kami bersuara,
bukan untuk menjatuhkan agama,
melainkan untuk membersihkan
kesucian yang telah tercemar
oleh tangan rakus kuasa.

Tinggalkan Balasan