Surat Yasin dari Gorontalo: Menimbang Bacaan Mulia untuk Zaman Ini

Jamal D. Rahman, menulis puisi, kritik, dan esai tentang sastra, kebudayaan, dan Islam. Juga mengajar sastra di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pernah menjadi Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta, Pemimpin Redaksi majalah sastra Horison, dan Pemimpin Redaksi Jurnal Sajak. Menerima Hadiah Majelis Sastra Asia Tenggara dari Menteri Pendidikan Malaysia Dato’ Seri Mahdzir bin Khalid, 2016. Bukunya yang akan terbit: Islam, Sastra, Pengetahuan: Pergulatan Wacana Kolonial Laut Banten, Wahdatul Wujud: Artikulasi Islam dalam Sastra Indonesia Modern, dan kumpulan esai Secangkir Kopi Seorang Musafir.

One Reply to “Surat Yasin dari Gorontalo: Menimbang Bacaan Mulia untuk Zaman Ini”

  1. Sebuah pengalaman membaca yang luar biasa. Semakin banyak membaca, semakin luas kekayaan pengetahuan yang ada. Analisis dan penjelasan yang luar biasa dalam memahami model penerjemahan dengan tambahan dari kesenian. Semoga dapat membaca karya orisinil dari H.B Jassin. Tabik!

Tinggalkan Balasan