Pada akhirnya, santri yang masih alergi atau bahkan berhenti membaca buku adalah santri yang mengorbankan potensi intelektualnya tetap stagnan, tertinggal di masa lalu, sementara realitas dunia terus bergerak menuju masa depan.
Pada akhirnya, santri yang masih alergi atau bahkan berhenti membaca buku adalah santri yang mengorbankan potensi intelektualnya tetap stagnan, tertinggal di masa lalu, sementara realitas dunia terus bergerak menuju masa depan.
"Buku rekomendasi Bapak untuk anak-anak Indonesia apa, Pak?" Pertanyaan itu...
Kita diciptakan Tuhan dari kegelapan rahim ibu, mak-e, ummi', bunda, mbok-e...
Selama ini, kesalehan sering dipahami sebatas hubungan vertikal antara manu...
Di tengah arus popularitas media sosial yang kerap melahirkan tokoh-tokoh i...
Sejak kecil, kita dicekoki narasi indah baldatun thayyibatun wa rabbun ghaf...
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27 Agustus 2026 di Jomba...