Ada yang istimewa pada acara Studium Generale dan Bedah Buku di Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Kamis 4 Juni 2026. Dua sastrawan nasional, Taufiq Ismail dan Jose Rizal Manua, hadir. Bahkan, keduanya membaca puisi.

Studium Generale dan Bedah Buku “Menghidupkan Kembali Api Nasionalisme Syekh Nawawi al-Bantani” diselenggarakan jejaring duniasantri (JDS) bekerja sama dengan FUDA UIN Banten. Acara yang dihadiri lebih dari 300 mahasiswa dan kalangan akademisi ini dibuka Rektor UIN Banten Prof Dr KH Muhammad Ishom.

Acara ini menghadirkan lima narasumber. Mereka adalah Prof. Mufti Ali, Ph.D., Dr. Hj. Eva Syarifah Wardah, M.Hum, Dr. Muhamad Shofin Sugito, M.A, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, dan Sastrawan Jamal D. Rahman yang bukunya akan dibedah, Islam, Sastra, Pengetahuan.
Di tengah sesi penyampaian materi, salah satu pendiri Majalah Horison, Taufiq Ismail, hadir. Selain didampingi istrinya, Esiyati Yatim, Taufiq Ismail juga ditemani sastrawan yang juga pegiat teater Jose Rizal Manua.
Kedua sastrawan senior tersebut ikut mendengarkan penyampaian materi dari seluruh narasumber. Saat sesi penyampaian berakhir, Taufiq Ismail kemudian membacakan sebuah puisi berjudul Celupkan Jarimu ke Air Lautan, yang dijadikan lirik lagu oleh kelompok musik legendaris, Bimbo. Setelah itu, giliran Jose Rizal Manua tampil membaca puisi karya Taufiq Ismail berjudul Sembilan Burung Camar Tuan Yusuf.
Usai pembacaan puisi dilakukan pemotongan tumpeng. Kebetulan, Juni adalah bulan kelahiran sang maestro. Pada 25 Juni nanti, Taufiq Ismail genap berusia 91 tahun. Pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Dekan FUDA UIN Banten Dr Masykur untuk menyambut ulang tahun ke-91 Taufiq Ismail. Taufiq Ismail pun tampak bahagia menerima potongan tumpeng sebagai kado ulang tahunnya tersebut.
Setelah acara usai, Taufiq Ismail masih bersemangat melayani peserta untuk foto bersama, dan sesekali menyemangati para mahasiswa untuk terus belajar dan berkarya.
“Merupakan kehormatan besar bagi kami menerima kehadiran sastrawan senior Taufiq Ismail,” ujar Masykur, yang mengaku bersyukur kampusnya kedatangan dua sastrawan nasional sekaligus.
