Di zaman ketika semua orang ingin menjadi pusat perhatian, engkau justru mengajarkan bahwa menjadi tempat berteduh bagi orang lain jauh lebih penting. Di zaman ketika banyak orang sibuk membangun citra, Abah memilih membangun persahabatan. Di zaman ketika kebudayaan sering berubah menjadi industri, Abah tetap percaya bahwa kebudayaan adalah pergaulan batin.
Maka saya tidak heran jika banyak orang mengenangmu bukan karena profesi Abah, bukan karena bukumu, bahkan bukan semata-mata karena puisimu. Mereka mengenang Abah karena kehadiran Abah sendiri. Dan bukankah itu pencapaian paling langka? Bahwa setelah seseorang wafat, yang tinggal bukan sekadar karya-karyanya, melainkan juga kebaikannya.

Abah Uki,
Malam ini Tangsel Creative Foundation kembali teringat pada satu hal yang selama hidup Abah tidak pernah berhenti dikerjakan: merawat mereka yang sering luput dari perhatian, penyair yang masih terbata membaca puisinya, komunitas yang rapatnya lebih sering berpindah tempat daripada memiliki sekretariat tetap, dan kelompok teater yang lebih akrab dengan tambal ban ketimbang sponsor.
Dan anak-anak muda yang membawa mimpi besar dengan isi dompet yang begitu sederhana. Dari hal-hal kecil itulah Abah menjaga sesuatu yang besar: kebudayaan yang tetap hidup, meski sering tidak terlihat.
Karena itu, Abah, melalui Tangsel Creative Award 2026 di City Gallery Tangerang Selatan, Sabtu 20 Juni 2026, Tangsel Creative Foundation tidak sedang sekadar membangun sebuah malam penghargaan. Setidaknya bukan itu yang utama.
Mereka sedang mencoba meneruskan satu kebiasaan yang pernah Abah contohkan dengan sangat sunyi: menyapa, mendengar, dan memberi tempat bagi mereka yang bekerja tanpa sorotan.
Ada penghargaan untuk komunitas, pelaku ekonomi kreatif, media, ruang-ruang kreatif, pegiat sosial, pegiat lingkungan, pegiat pendidikan, seniman, dan anak-anak muda yang terus bergerak meski jarang terlihat kamera.
Sebab Tangsel Creative Foundation tahu, kebudayaan tidak pernah lahir dari mereka yang paling sering berdiri di panggung. Ia tumbuh dari orang-orang yang datang berulang kali, bekerja berulang kali, gagal berulang kali—lalu esok paginya kembali lagi, tanpa pernah merasa perlu diumumkan.
Dan jika malam ini Tangsel Creative Foundation mencoba menanam kembali benih-benih yang dulu Abah sebar, itu karena kami percaya satu hal: orang seperti Abah tidak pernah benar-benar pergi. Mereka hanya bergeser tempat. Lalu diam-diam hidup kembali dalam kerja-kerja kecil orang-orang yang pernah disentuh kebaikannya.
Depok Tepi Tangsel, 20-22 Juni 2026.
