PENJUAL IKAN KELILING
pindang dan teri mengimani maut dalam rinjing kecil
aroma amisnya sebagai bahasa laut kepada darat
disunggi di atas kepala menuju pedusunan, seperti ziarah laut ke jasad tanah.

belilah ikan dalam bungkus daun pisang ini, Bhing!
amatilah lingkar matanya yang diam berujar ke hati terdalam
bahwa maut adalah gauk yang bertelanjang sampai ke dalam lautan.
dagingnya yang asin adalah kaul tersembunyi dari daging kita
yang kelak akan hampa meski tanpa terpaut jala
sampai di dermaga barzah dengan kulit yang tak berharga.
sedang ringkuk bersisir dari tulang ikan ini adalah gambar hidupku
yang hanya punya warna putih untuk melawan laut
dengan keadaan yang lemas dan rapuh.
FRAGMEN RASA
tatapan kita ialah api, melalap sendi
:umpak yang bertahun kita abaikan dalam dada
panasnya beranjak dari liuk ngarai alismu
