Menanam benih iman ibarat merawat pohon kurma. Anda tak memaksa tunas kecil berbuah di hari ketiga, tetapi menyiraminya dengan sabar dan melindunginya dari terik.
Demikianlah Al-Qur’an menumbuhkan keyakinan: 93% isinya adalah pupuk spiritual semisal kisah para nabi, dialog jiwa dengan Sang Khaliq, dan ajakan merenungi semesta. Hanya 3% berupa aturan teknis, itupun turun setelah fondasi akidah menguat.

Sayangnya, praktik dakwah kerap terbalik. Mualaf yang baru merasakan manisnya “Lā ilāha illallāh” langsung dibebani daftar larangan. Anak-anak yang ceria di masjid dimarahi hingga mereka enggan kembali.
Padahal Nabi ﷺ berpesan: “Permudahlah, jangan persulit. Gembirakanlah, jangan buat mereka lari.” (HR. Bukhari). Pesan yang beliau sampaikan kepada Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman, sebuah negeri asing yang justru harus ditaklukkan dengan kelembutan.
