Iman Dahulu, Syariat Kemudian

Menanam benih iman ibarat merawat pohon kurma. Anda tak memaksa tunas kecil berbuah di hari ketiga, tetapi menyiraminya dengan sabar dan melindunginya dari terik.

Demikianlah Al-Qur’an menumbuhkan keyakinan: 93% isinya adalah pupuk spiritual semisal kisah para nabi, dialog jiwa dengan Sang Khaliq, dan ajakan merenungi semesta. Hanya 3% berupa aturan teknis, itupun turun setelah fondasi akidah menguat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sayangnya, praktik dakwah kerap terbalik. Mualaf yang baru merasakan manisnya “Lā ilāha illallāh” langsung dibebani daftar larangan. Anak-anak yang ceria di masjid dimarahi hingga mereka enggan kembali.

Padahal Nabi ﷺ berpesan: “Permudahlah, jangan persulit. Gembirakanlah, jangan buat mereka lari.” (HR. Bukhari). Pesan yang beliau sampaikan kepada Muadz bin Jabal yang diutus ke Yaman, sebuah negeri asing yang justru harus ditaklukkan dengan kelembutan.

Tinggalkan Balasan