YANG MENARI BERSAMA ANGIN
—Kepada Gung Kak
Untuk apa engkau menari
gamelan tak lagi bunyi
ketika sunyi hari
tanda waktu meniti sepi

Malam meremang kau datang mendesak ruang
menata gerak di antara jejak kaki melintang
pada cermin seraut topeng menatapmu garang
tak sabar menunggu kibasan selendang
Tapi yang tersisa darimu cuma gigil gerak lamban
dari tubuh lisut oleh zaman yang terus beringsut
dan sengal napas getas jatuh luruh tak tertahan
dari hasrat dilecut nadi yang terus mendenyut
Di bawah gerimis kau mencoba langkah ritmis
satu-satu menjejak waktu beku di atas batu
di bawah gerimis kau menunggu gending magis
satu-satu membelai telingamu angin bisu
