Pekan Apresiasi Sastra dan Drama (Pestarama) kembali hadir sebagai ruang ekspresi dan apresiasi karya mahasiswa secara kolektif. Pada tahun 2026, agenda tahunan ini memasuki penyelenggaraan ke-11 dengan mengusung tema besar “Absurditas Eksistensi dan Erosi Nurani”.

Festival budaya yang diselenggarakan oleh mahasiswa Semester VI Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, terlaksana mulai tanggal 13 April hingga 16 Mei 2026.

Agenda ini diawali dengan Workshop Keaktoran untuk Siswa dan Workshop Adaptasi Naskah Drama untuk Guru pada 13-14 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertema “Estetika Perlawanan dalam Sastra dan Drama di Indonesia” pada 15 Mei 2026. Lalu, pertunjukan tiga naskah drama serta pameran satu dekade Pestarama pada 12-14 Mei 2026 di Gedung Pertunjukan Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan, dan ditutup dengan Panggung Ekspresi pada 16 Mei 2026 di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D., menyambut baik konsistensi gelaran ini. Menurutnya, Pestarama bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan sebuah laboratorium sosial dan budaya tempat mahasiswa mengasah kepekaan kemanusiaan mereka. Melalui tema absurditas eksistensi dan erosi nurani ini, kita diajak melihat sejauh mana institusi pendidikan dan keagamaan mampu menjawab tantangan moral di era modern.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi PBSI UIN Jakarta, Dr. Ahmad Bahtiar, M.Hum., menekankan pentingnya festival ini sebagai representasi keutuhan kompetensi mahasiswa. Pestarama ke-11 ini membuktikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya matang secara teoretis, tetapi juga adaptif dan kreatif dalam mengelola sebuah pagelaran kebudayaan berskala besar yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
