SENANDUNG MAZMUR

SENANDUNG MAZMUR

Pada langit cerah. Tanpa salju yang biasa turun
Di luar jendela. Menyambut kesunyian awal tahun
Hanya tersisa kursi-kursi asrama. Dan ingatannya
Serupa api. Dari lilin kecil dari gereja

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Cahaya samar mengantarkan waktu. Serta doa-doa
Dari kelelahan yang dituliskan. Dalam bait lagu
Kegelisahan. Sengaja ditujukan bagi para pengelana
Bahwa sekali waktu. Kita boleh juga menyerah pada masa lalu

2022.

DIA YANG HIDUP PADAMU

Berulang melangkahi kepergian
Menuju cahaya. Melalui banyak pintu
Kita akan dipisahkan. Pada banyak jalan
Tanpa rambu. Tanpa peringatan waktu

Kegelisahan akan mengembara sendirian
Pada kita. Dibimbing masing-masing kebijaksanaan
Tidak ada gunung-gunung yang mesti didaki
Tidak ada laut yang mesti diselami.

Sebab alegori tidak akan pernah ditemukan
Sebelum kita sadar. Apa yang sebenarnya kita cari

2022.

TERPUJILAH

Mereka yang berkunjung. Pada hari berangin kencang
Memastikan kesembuhan. Seorang pemuda kampung
Yang tinggal pada biara. Menuliskan tembang-tembang
Sebagai satu-satunya teman. Untuk bertarung

Pada banyak ladang keikhlasan. Warna tetumbuhan terlihat mulai luntur
Seperti jumlah orang-orang. Yang pandai bersyukur
Memaknai berbagai cuaca. Bersama segala yang tersisa
Menikmati sebotol anggur. Diminum dengan meriah doa-doa

2021.

PENERIMAAN

Pada sekadar temu. Harganya semakin tinggi
Tergantung dari apa yang ditawarkan. Di kemudian hari
Kesetiaan terbukti. Diukur hanya dari apa yang dimiliki
Maka tidak akan ada lagi tempat bagi keikhlasan. Kini

Biar kuhitung kebohongan satu per satu. Dari hulu
Melewati ngarai paling gelap. Tanpa satupun keluh
Entah sejak kapan dan tak disadari. Padaku
Begitulah kiranya takdir. Sampai saat ini tumbuh

Orang-orang tidak semua tahu. Cara melempar dadu

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan