BERSAMA SYAIKHONA KHOLIL
Sebuah malam memanggilku ke altar pemujaannya

tepat sebelum subuh tiba, malaikat kecil turun menjelma tukang sapu di depan masjid.
tanah para wali mencintai bumi, tempat mereka menyucikan diri.
di Bangkalan,
bersama Syaikhona Kholil, aku berzikir dan bertahlil.
serupa Musa
di bukit Tursina.
berbincang dengan Tuhan: semoga diterima.
2026.
TUHAN, AKU KEMBALI
Barangkali aku adalah
hamba terburuk di hadapanMu
saking jauhnya, hanya setahun sekali aku berdoa kepadaMu. itupun saat lebaran tiba.
Barangkali aku adalah
hamba terburuk di hadapanMu
untuk mendoakan ayah dan ibu, justru aku harus menghafal kembali nama-nama mereka.
saking jauhnya aku dari keluarga, bahkan dariMu.
Barangkali aku adalah
hamba terburuk di hadapanMu
menjual tubuh ke sembarang pria, menyusui anak dengan hasil dosa, itulah aku.
segalanya mengalir begitu saja, berhari-hari, berbulan-bulan.
Ah tidak!
justru bertahun-tahun.
