Toa dan Wajah Kita

Dulu, semasa masih menjadi santri langgaran, kami menyebutnya corong. Atau juga halo-halo. Sekarang, orang-orang menyebutnya toa.

Sesungguhnya, Toa adalah merek paling popular dari pengeras suara (loudspeaker atau megaphone) yang diproduksi di Jepang. Begitu popularnya, hampir semua masjid atau musala di Indonesia menggunakan pengeras suara bermerek Toa ini. Karena itu, orang-orang kemudian menyebut pelantang suara ini dengan istilah toa.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagai santri langgaran, corong itulah salah satu daya tarik kami lebih sering, atau lebih senang, berada di masjid atau musala ketimbang di rumah —lebih-lebih ketika bulan puasa tiba. Kami sering berebut halo-halo, mic/microhpone maksudnya, untuk mengumandangkan azan.

Mic adalah salah satu benda yang sering kami perebutkan di masjid atau musala selain pemukul beduk. Berebut menabuh beduk yang menjadi penanda waktu-waktu salat telah tiba adalah keasyikan lain lagi bagi kami anak-anak langgaran.

One Reply to “Toa dan Wajah Kita”

Tinggalkan Balasan