Namun Jibril mendekap beliau lalu mengatakan kalimat itu lagi, اقرأْ. Nabi menjawabnya sama ما انا بقارئ. Kejadian dramatis ini berulang sampai tiga kali. Hingga akhirnya Jibril meneruskan ayat اقرأْ بسم ربك الذي خلق…الخ. Berarti ada empat kali اقرأ dan tiga kali ما انا بقارئ.
Kenapa perintahnya harus membaca dulu? Seolah-olah Allah mengajarkan kalau hal penting yang pertama itu belajar, membaca, memperhatikan, dan memahami.

Awal-awal manusia hendak diciptakan, Allah menceritakan rencana bahwa Dia akan menciptakan khalifah di muka bumi. Namun malaikat mempertanyakan rencana itu, أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ. Allah pun menyadarkan para malaikat, ‘Sesungguhnya aku tahu apa yang kalian tak tahu’.
Singkat cerita, Adam tercipta dan Allah mengajarkannya asma’ kullaha (semua istilah). Di hadapan para malaikat, Adam disuruh menyebutkan istilah-istilah. Adam lancar. Tidak seperti malaikat yang sebelumnya juga disuruh. Di titik ini Adam mendapat penghormatan, para malaikat sujud kepadanya. Penghormatan tersebut bukan lain karena Adam punya ilmu.
Adab Memang Penting, Tapi…
Hal kedua dari sisi apa adab dipandang lebih tinggi dari ilmu? Sayyidina Ali pernah bilang, “Aku budaknya orang yang mengajariku walau hanya satu huruf…”
Sebenarnya ungkapan beliau ini hendak melukiskan sikap takzim mendalam kepada guru. Bukan berarti menyiratkan bahwa adab mengalahkan ilmu dari aspek keutamaannya.
Imam Malik bin Anas pernah memberi wejangan kepada seorang pemuda, تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم (pelajarilah adab sebelum kau belajar ilmu). Wejangan ini bukan memosisikan adab lebih tinggi. Justru, beliau mengedepankan ilmu dengan menyuruh belajar. Nabi Muhammad pun tidak pernah merendahkan keilmuan. Kalau pun ada, itu peringatan bagi orang berilmu untuk mengamalkan ilmunya dan tidak sombong.
Allah mengutus Nabi Muhammad untuk menyempurnakan akhlak terpuji. Karena بعثت لاتمم مكارم الاخلاق berarti akhlak itu paling penting dari program kenabian.
Dengan demikian, apakah itu berarti ilmu masih kalah penting? Apakah betul pernyataan ‘adab di atas ilmu’? Tidak. Itu salah. Orang-orang banyak keliru tentang adab dan akhlak. Dikiranya adab dan akhlak itu sama, padahal keduanya berbeda.
Akhlak itu segala hal yang berkaitan dengan hati. Akhlak mempersoalkan tentang apa yang orang pikirkan, rasakan, dan bagaimana menanggapinya. Jika seseorang sedang sombong, iri, dengki, marah, benci atau bahkan cinta, maka kajian yang membahasnya adalah akhlak.
