cinta dan fanatisme

Antara Cinta dan Fanatisme

Kasih universal mengajarkan tentang metode sederhana mencintai akan sebuah perbedaan. Memperluas objek cinta untuk membangun peradaban dengan saling mencintai dan dicintai. Sebab cinta adalah fitrah, sementara kebencian diajarkan atau ditularkan. Demokrasi menerapkan konsep dunia cinta dengan tidak yang mengharapkan orang lain untuk bertindak sesuai keinginan kita, melainkan berusaha untuk melampaui dirinya sendiri dengan mencintai orang lain yang seolah tak dapat dicintai.

Fanatisme Sosial

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketika kampanye mencintai urung diterima masyarakat, muncul masalah baru tentang kegagalan mengontrol sikap kecintaan terhadap seseorang atau sesuatu. Ketidaksadaran manajemen cinta yang mengarah pada fanatisme malah berujung perpecahan. Politik identitas adalah contoh dampak dari brutalnya fanatisme memperjuangkan tokoh atau kelompok atau ajaran yang dicintai.

Ekspresi mencintai diaktualisasikan secara cacat dengan serangan kebencian terhadap tokoh atau kelompok lain. Cinta menjadi nilai yang salah secara moral dan juga epistemologis, bahkan juga dapat menciptakan penderitaan. Transformasi digital mempengaruhi esensi cinta yang dibangun lewat narasi media, bukan pada kondisi hubungan saling keterikatan dan keterlibatan.

Sementara dalam agama, fanatisme atau yang sering disebut taklid menjadi alat mempertentangkan perbedaan. Menciptkan konflik untuk saling menyalahkan satu sama lain. Mereka yang terikat pada pandangan ideologi, keterlibatan dalam kelompok, dan pengaruh framing media akan melakukan segala cara untuk mengalahkan atau menghancurkan satu dengan yang lain.

Tinggalkan Balasan