“Karena, dengan monolog, saya bisa memainkan banyak karakter sekaligus. Itu hal menarik,” ujar Nufus.

Saat bersekolah di SMA A Wahid Hasyim, Nufus makin serius mendalami seni peran. Ia belajar monolog dari naskah monolog karya Chairil Anwar, Balada Sumarah. Nufus juga memperoleh bimbingan dari pegiat teater asal Nganjuk, Ahmad Bustami Yahya. Tiap hari, selepas jam pelajaran hingga sore hari, Nufus belajar dan berlatih monolog.

Karena itu, wajar jika Nufus berhasil memenangi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Jombang. Yang menarik, dalam lomba tersebut, Nufus membawakan naskah karyanya sendiri, Rukiat Dara (Sihir Seorang Gadis).
Naskah monolog itu ditulis pada Mei 2025, dan memakan waktu dua pekan untuk menyelesaikannya. Ceritanya berangkat dari kehidupan sehari-hari di sekolah. Tokoh utamanya adalah Dara Sukma Wijaya, korban perundungan. Sedangkan, tokoh antagonisnya Bu Septi , guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang judes, tak adil, dan sok sosialita.


Syang sekali, karena terlambat saya tidak mengikuti pentas Nufus di acara tersebut. Tetapi dengan narasi ini saya bisa mengetahui bahwa ada santriwati yang memiliki talenta luar biasa. Selamat buat Nufus, semoga ke depan semakin sukses,,,