Buku ini mengajarkan bahwa dalam menghadapi fenomena digital seperti AI atau big data, warga Nahdliyin didorong untuk menggunakan metode ijtihad kontemporer yang tetap berpijak pada metodologi manhaj fikr para pendiri NU. Hal ini mencerminkan sikap adaptif-kritis, di mana nilai agama dijadikan filter untuk menyaring dampak buruk teknologi, sekaligus sebagai energi untuk mengadopsi manfaatnya demi kemajuan peradaban.
Dengan demikian, prinsip keagamaan NU tidak dihadirkan sebagai penghambat kemajuan, melainkan sebagai fondasi yang menjaga agar perkembangan dunia digital tetap berlandaskan pada martabat kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan yang beradab

Inti dari pembahasan buku ini, bagaimana NU menavigasi transformasi dunia menuju era digital yang penuh dengan disrupsi, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), robot humanoid, Internet of Things (IoT), hingga fenomena kebenaran-buatan (post-truth).
Berpijak pada basis peradaban Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja), NU menegaskan bahwa transformasi digital ini pada dasarnya membutuhkan fondasi modal sosial dan moral kebudayaan yang kuat, layaknya transformasi sejarah besar lainnya di masa lalu. Buku ini tidak sekadar membayangkan masa depan, melainkan menawarkan pandangan sistematis agar nilai-nilai keislaman moderat dapat menjadi panduan utama di tengah hiruk-pikuk perubahan global menuju dunia digital.
Data Buku
Judul : Imajinasi The Future Society
Penulis : Ahmad Suaedy, dkk
Penerbit : UNUSIA Press, Jakarta
Cetakan : 2026
Tebal : xii + 258 halaman
