Bahasa Arab dan Pesantren

Proses penyebaran bahasa Arab di Nusantara tidak terlepas dari peran para pedagang Arab yang juga mengemban misi dakwah. Studi dari peneliti Barat maupun lokal menyepakati bahwa bahasa Arab dibawa oleh para saudagar yang bermukim di pesisir Jawa dan Sumatera.

Dari penyebaran agama Islam kepada masyarakat Jawa, kbahasa Arab kemudian masuk ke dalam ranah pendidikan agama, lalu berkembang di lingkungan pondok pesantren.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada awalnya, bahasa Arab di pesantren hanya dipelajari untuk kepentingan membaca Al-Qur’an pada level tajwid. Lambat laun, pembelajaran berkembang ke arah pendalaman ilmu agama melalui kitab gundul. Dari tingkat pembelajaran ini kemudian banyak santri yang paham susunan gramatika Arab. Bahkan ada yang tertarik untuk berbicara dengan bahasa Arab sehingga banyak santri yang menelusuri dan menghafal kosa kata bahasa arab.

Bukti nyata kontribusi pesantren terhadap perkembangan bahasa Arab di Indonesia adalah lahirnya Kamus Al-Munawwir karya Kiai Ahmad Warson Munawwir, sebuah mahakarya yang tetap menjadi referensi utama hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan