Belahan Hati Muhammad

Pernah, menurut suatu riwayat, Fatimah merajuk kepada Ali supaya memohon kepada Muhammad agar diberi seorang pembantu rumah tangga, tetapi Muhammad menolak permohonan itu, dan hanya memberi keduanya sebuah doa untuk diwiridkan. Atau, lihatlah bagaimana ketakutan Fatimah yang serat merta merobek gorden rumahnya yang “cukup mewah/bagus tidak pada umumnya” hanya karena ayahnya memalingkan wajah ketika melihat gorden tersebut untuk pertama kali ketika mengunjunginya.

Ini adalah pelajaran Muhammad kepada putrinya tentang bagaimana kerendahan hati, pilihan hidup untuk melayani, dan kekuatan keyakinan kepada Tuhan —untuk tidak takut dan tidak terpedaya dengan gemerlap dunia. Fatimah mendapat pelajaran secara tepat dan mendapat tempat yang istimewa di hati Muhammad.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kilasan hubungan Muhammad-Fatimah merupakan contoh terbaik hubungan Ayah-Anak. Sungguh Muhammad sangat sayang kepada Fatimah, dan Fatimah tahu hal itu. Maka kerinduannya pun menyebabkan ia tersenyum puas ketika ayahnya membisikinya bahwa ia akan menyusul segera. Ekspresi cinta Muhammad kepada Fatimah menyebabkannya pernah berkata: “Barangsiapa menyakiti Fatimah, berarti ia menyakitiku.”

Kiranya tepatlah prosa berikut menggambarkan perasaan Fatimah kepada Ayahnya; sebuah contoh yang sangat baik yang penulis kutip, bagian karya dari generasi Fatimah masa kini (ditulis oleh seorang siswi tingkat aliyah di sebuah sekolah/madrasah).

Tinggalkan Balasan