Berpulangnya Guru Kami…

Membidani Jejaring Dunia Santri

Kami memulai segalanya persis setahun lalu, 17 Agustus 2019. Saat itu kami berlima, Pak Bisri, Kang Zastrouw Ngatawi, Cak Tarno (Founder Cak Tarno Institut/CTI), Mukhlisin, dan Daniel K bersepakat untuk mendirikan yayasan yang diberi nama Jejaring Dunia Santri (selanjutnya kami menuliskannya dengan cara: jejaring duniasantri). Tujuannya adalah menggiatkan dan menggelorakan dunia tulis menulis di kalangan santri dan pesantren.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Maka, di tahun pertama ini, jejaring duniasantri membuat situs web duniasantri.co dan mengadakan diklat-diklat penulisan untuk kalangan santri. Sebelum terhenti karena pandemi, diklat penulisan untuk kalangan santri berlangsung di Bogor, Jawa Barat dan Lampung. Salah satu hasilnya adalah dua buku yang di-launching Pak Bisri itu.

Jika pendirian yayasan lazimnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, usahawan, atau hartawan, tidak demikian dengan jejaring duniasantri. Kami berlima hanya bermodal semangat, idealisme, dan cita-cita bersama. Maka, ketika yayasan sudah terbentuk, kami pun bingung mau berkantor di mana. Saat itulah Pak Bisri menawarkan lantai dua rumahnya, yang bercat merah, untuk dijadikan kantor jejaring duniasantri.

“Kalau teman-teman mau, pakai saja itu sebagai kantor,” katanya. Tak ada alasan untuk menolak uluran tangannya. Sejak itu, jejaring duniasantri berkantor di rumah Pak Bisri, dan kami menyebutnya sebagai “Rumah Merah” (karena catnya memang berwarna merah).

Di Rumah Merah inilah, setiap Sabtu dan kadang Minggu, kami, para pengurus jejaring duniasantri yang jumlahya terus bertambah, berkumpul. Pak Bisri kemudian menjadi guru tempat kami bertanya, berdiskusi tentang banyak hal.

2 Replies to “Berpulangnya Guru Kami…”

Tinggalkan Balasan