Lahir di Jember, Jawa Timur pada 12 Maret 1953, Pak Bisri yang pernah menjadi teman dekat Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini adalah alumnus Pondok Pesantren Salafiyah “Darul Hikam” Bendo, Pare, Kediri, Jawa Timur. Ia kemudian melanjutkan belajar sastra Arab di Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat nyantri dan kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, Pak Bisri berkawan dekat dengan KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU).
Selulus dari IAIN Sunan Kalijaga, Pak Bisri melanjutkan pendidikannya (S2 dan S3) di Departement of Languages and Cultures of Southeast Asia and Oceania, Leiden University The Netherlands dengan mengambil spesialisasi “The Politics of Culture in Indonesia”.

Pekerjaannya melanglang dari menjadi editor di penerbit Bulan Bintang, wartawan mingguan Expo, Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan menjadi Direktur Desantara dan Tankinaya Institute. Ia banyak menulis tentang agama, politik, dan kebudayaan, termasuk sastra di berbagai media cetak (Pelita, Jurnal Ekuin, Kompas, Pikiran Rakyat, Jawa Pos, Kaltim Pos, Fajar Makassar, Surya, dan Sindo), di majalah (Pesantren, Expo, Prisma, Desantara, Jurnal Perempuan, warta ATL, dan Gatra), dan di Jurnal (Masyarakat Indonesia, Srinthil, Mimikri, dan Pusaka).
Pak Bisri dikenal sebagai peneliti senior etnografi, dan telah banyak melakukan penelitian etnografi di berbagai daerah di Indonesia, terutama berkaitan dengan agama (resmi dan lokal), politik, dan kebudayaan khususnya seni pertunjukan, tradisi lisan, ritual, dan tradisi setempat. Setelah ikut membidani lahirnya jejaring duniasantri, salah satu cita-citanya adalah menggalakkan penelitian etnografi pesantren dan mengadakan pelatihan penelitian etnografi untuk kalangan santri.
Tapi cita-cita itu belum sempat terwujud karena baru setahun persis jejaring duniasantri berdiri, Pak Bisri sudah berpulang. Kami yang ditinggalkannya harus meneruskan jalan yang telah dirintisnya, dan jejaring duniasantri ini, beserta semua karyanya, akan menjadi bagian dari amal jariyahnya. Lahul fatihah…

Selamat jalan, Bapak Bisri..semoga khusnul khatimah dan keluarga, saudara, teman, dan orang-orang yang mengasihi, mendapatkan ketabahan dan berkesan dengan peninggalan kesan dari Bapak Bisri..Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu..
Selamat jalan Bapak Bisri, semoga di sana mendapat tempat yang indah, surga Allah swt. Aamiin ya Robb!