Catatan Bedah Buku Sastra Pesantren

“Buku ini termasuk karya sastra ilmiah, secara akademik dapat dipertanggung-jawabkan,” demikian menurut kiai yang juga sudah menerbitkan banyak buku, baik sastra mapun ilmiah.

Raedu Basha, sebagai penulis buku Etnografi Sastra Pesantren ini, mengatakan, bahwa untuk menerbitkannya memerlukan energi yang luar biasa. Ketika disinggung oleh Mas Anton WR, sastrawan Sumenep, Madura, yang sudah malang melintang di dunia literasi bahwa variable buku ini kurang jauh ke belakang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Seandainya buku ini mengambil data lebih jauh ke belakang, pastinya akan diperoleh nilai sastra yang lebih dahsyat,” begitu menurut Mas Anton ketika berkesempatan untuk menanggapi buku sastra ilmiah ini dalam sesi dialog.

Oleh karena sudah menghabiskan energi habis-habisan, penulis yang punya penerbit Ganding Pustaka ini mengharap, agar ada generasi berikutnya yang melanjutkan buku senada, tentang sastra pesantren. “Saya berharap ada yang melanjutkan buku ini, agar nilai sastra pesantren semakin terlihat dan teraktualisasi.”

Begitulah bedah buku kali ini, yang dikomandani oleh Iva Misbah, dihadiri oleh sekitar seratus peserta dari berbagai kalangan. Diskusi buku dikemas dengan bincang santai, tidak terjadi parsialis yang cukup kentara antara pembicara dan audiens. Sehingga, ketika terjadi tanya jawab, tanggapan-tanggapan, terjalin dengan sangat akrab dan familiar. Hingga malam berlarut, berakhir sekita jam 23.00 WIB, kami para peserta tetap antusias dan mengikuti acara yang dimulai dari pukul 19.30 ini dengan penuh semangat.

Tinggalkan Balasan