Cerita Kecil dari 6th jejaring duniasantri

“Oke. Jam 10,” jawabku singkat.

Dalam pertemuan itu, Mukhlisin bercerita keberhasilan dan hal-hal yang terjadi selama pelatihan Kelas Menulis Jurnalistik dan Penulisan Kreatif di Pondok Pesantren Cipasung, 29-30 Juni 2025, termasuk agenda Atiqoh yang hendak merayakan 6 tahun JDS di Tebuireng Jombang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Seperti biasa, ketika kami bertemu, kami tak selalu membicarakan inti persoalan. Kami lebih suka mengawali pembicaraan tentang ini dan itu, termasuk tentang orang-orang yang kami jumpai, baik perempuan maupun laki-laki.

Secara struktural, aku memang bukan bagian dari JDS. Banyak teman bertanya, “Kamu ngapain ngurusin JDS, padahal enggak di dalam struktur?”

Satu-satunya alasanku ikut serta adalah pesan singkat dari guru saya, KH Zainal Arifin Thoha, seorang santri Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Beliau selalu berpesan, “Lebih baik berbuat walau sedikit daripada berangan-angan ingin berbuat lebih,” dan, “Jangan pernah lelah berbagi tenaga, khususnya, berbagi ilmu.”

Kereta memasuki Stasiun Tugu, Yogyakarta. Pukul 02.00. Tapi pikiranku, tidak. Ia masih berada di Tebuireng, memikirkan hal-hal kecil, jejak-jejak yang ditinggalkan, sebuah kebahagiaan yang samar tapi nyata

One Reply to “Cerita Kecil dari 6th jejaring duniasantri”

Tinggalkan Balasan