Pada akhirnya, di tengah riuh rendah era post-truth, otoritas agama yang sejati adalah yang mampu memberikan ketenangan di tengah ketidakpastian, bukan yang sekadar menambah kegaduhan di kolom komentar. Mimbar kiai harus tetap menjadi jangkar spiritualitas, sementara layar ponsel menjadi layar yang memancarkan cahaya kebenaran tersebut ke penjuru dunia.
