AKU TAHU YANG TAK KAU KETAHUI
I
Lihatlah!
Telah kukatakan sejak mula
mereka hanya akan merusak saja
kini meninggalkan lipatan sengsara.

Adilkah tawa mereka
di atas genangan air mata,
di atas hati yang kian hampa,
di atas luka nan menganga.
Tamak segelintir manusia
haus harta tanpa jeda
kenapa Engkau begitu percaya
bolehkah kukata
engkau terlalu keras kepala?
Cukuplah kami memuja
sebab pada mereka
tak kutemukan guna dicipta
selain petaka yang bernama kuasa.
II
Aku tanah yang dahulu diambil paksa
dari rahim sunyi untuk membentuk manusia
Sejak itu kakiku diinjak tanpa jeda
dadaku dibelah demi nama kuasa
Kau tancapkan besi, kau alirkan luka
hutan dilucuti atas nama masa depan semu belaka
kau timbun sungai dengan rakusnya
lalu kau heran saat air mencari jalannya.
Jangan sebut ini murka semata
Aku tak berniat menenggelamkan siapa
aku hanya mengembalikan yang kau rampas dariku lama
air, lumpur, dan tangis manusia.
III
Aku tahu yang tak kau ketahui jua.
APA KABAR DUNIA?
Apa kabar, tangan?
Busuk, penuh dosa
Tak cukupkah kau bekerja,
Menggerogoti hak-hak manusia,
Menyusuri ujung malapetaka,
Hanya demi kesenangan semata?
Tak malukah dirimu, hina
Mengkhianati amanah mulia?
Apa kabar, rumput?
Masihkah berusaha tumbuh?
Merasakan denyut dunia
Walau akhirnya
Kau ditimbun semen dan batu,
Demi sebuah ego
Yang tak kunjung reda
Apa kabar, pohon?
Kau setia menyumbang oksigen di udara,
Demi hidup para manusia,
Meski kau tahu suatu masa,
Mereka akan menebangmu tanpa rasa,
Sebagai bahan bakar semesta,
Menyulut api nestapa.
Apa kabar, tanah?
