Hakikat Tubuh Manusia: Kajian Ontologis Barat dan Islam

Ilmu farmasi dan kesehatan memainkan peran penting dalam menjaga kesejahteraan manusia di era modern, di mana penyakit-penyakit semakin beragam dan teknologi kesehatan berkembang dengan pesat. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul pertanyaan ontologis mendasar: apa hakikat tubuh manusia sebagai objek ilmu farmasi dan kesehatan?

Kajian ontologi penting karena menentukan dasar pemahaman ilmu, bukan hanya tentang “bagaimana” tubuh bekerja, tetapi “apa” tubuh itu sebenarnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam perspektif Barat, tubuh sering dianggap sebagai entitas biologis semata, sementara Islam memiliki pandangan yang menggabungkan dimensi jasmani, rohani, dan akal. Skema ontologis Islam membedakan ranah keberadaan: Tuhan, ruh/malaikat, bentuk non-fisik, dan tubuh fisik; sarana kesembuhan mencakup kedokteran konvensional, doa, sedekah, ruqyah/jimat, dan pengamalan akhlak seperti tawakkul dan sabar (Arozullah et al., 2018)

Artikel ini bertujuan untuk membandingkan ontologi tubuh dalam perspektif Islam dan Barat, menganalisis sumber ilmu qauliyah, kauniyah, dan insaniyah dalam konteks farmasi dan kesehatan serta pandangannya pada praktik profesional. 

Pertanyaannya adalah: Bagaimana ontologi Islam mengubah pendekatan farmasi terhadap tubuh pasien, dari identitas biologis semata menjadi amanah Tuhan?

Ontologi Ilmu Farmasi dan Kesehatan 

Ontologi ilmu, menurut Rosyada (2016), adalah studi tentang hakikat realitas objek ilmu, yang menjawab pertanyaan “apa yang dipelajari?” dalam farmasi dan kesehatan.  Objek utamanya adalah tubuh manusia sebagai wadah interaksi obat, penyakit, dan terapi. Sementara, farmasi syariah mengintegrasikan ilmu modern dengan prinsip halal, kebersihan, dan etika medis Qur’ani, yang menekankan larangan zat haram dan penekanan pada obat alami (Rafsanjani et al., 2024).

Studi kualitatif menunjukkan pasien Muslim mengaplikasikan konsep halal–haram, darurat, dan istihala secara kontekstual dalam kepatuhan obat, mempengaruhi pilihan sediaan, merek, dan penggunaan obat alternatif (Nazar et al., 2025). Tinjauan integrasi nilai Islam di praktik klinis menemukan tiga tema: akhlak tenaga kesehatan, pengambilan keputusan klinis, dan perawatan spiritual holistik, dengan masih adanya kesenjangan besar dalam penerapan sistematis (Mahmood et al., 2023)

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan