Pondok Pesantren (PP) Nasy’atul Muta’allimin menggelar Pentas Kolosal sebagai malam puncak Hari Lahir (Harlah) ke-67, Senin (29/6/2026). Mengusung tema “Ibu: Gua Pertapaan; Tempat Kemuliaan”, kegiatan tersebut dihadiri ribuan santri, alumni, wali santri, dan masyarakat.
Pentas kolosal dimeriahkan dengan beragam penampilan seni dan budaya, di antaranya Drumband Putra NASA, koreo pembuka, selawat dan qari’, musik perkusi, monolog, drama komedi, tari dan puisi tingkat TK, musikalisasi puisi, hingga drama sinematik.

Selain itu, rangkaian harlah juga diisi dengan pengajian umum yang menghadirkan KH M Musleh Adnan dan Dr KH Rijal Muazziq Z.
Dalam sambutannya, Pengasuh PP Nasy’atul Muta’allimin, KH A Dardiri Zubairi, menegaskan, tema harlah tahun ini dipilih untuk mengingatkan kembali besarnya kemuliaan seorang ibu dalam kehidupan.
Menurutnya, pengorbanan seorang ibu tidak hanya tergambar saat melahirkan, tetapi juga dalam perjuangannya membesarkan, mendidik, dan mendoakan anak sepanjang hidup.
“Yang lebih menyakitkan itu bukan melahirkan, tetapi ketika seorang ibu dibentak oleh anaknya sendiri,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh santri dan masyarakat untuk menjadikan peringatan harlah sebagai momentum memperbaiki akhlak, terutama dalam berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak dan penghormatan kepada ibu sebagai sosok yang menjadi madrasah pertama bagi setiap anak.
Peringatan Harlah ke-67 PP Nasy’atul Muta’allimin diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan penghormatan terhadap orang tua melalui dakwah serta kreativitas para santri.
