Indonesia Bagian dari Pesantren Saya*

Hanya pesantren yang mengajarkan bahwa mencintai tanah air bagian dari iman. Tidak mencintai tanah air berarti bukan orang beriman atau imannya tak sempurna. Mana ada yang seperti pesantren kecuali di sini, ya, di sini.

Ketika masanya penjajah harus angkat kaki dari Bumi Pertiwi, pesantren juga yang terdepan menyambut lahirnya Indonesia merdeka. Dan menjadikannya sebagai bagian dari dirinya. Orang-orang pesantren juga yang akhirnya menyetujui agar “tujuh kata” dalam Piagam Jakarta disetip sehingga Indonesia tak jadi negeri syariat demi tegaknya Indonesia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Masih orang-orang pesantren juga yang berdiri di barisan paling depan untuk menghentikan perdebatan tentang Pancasila. “Pancasila sudah benar sebagai dasar dan falsafah bangsa. Tidak bertentangan dengan Islam. Tidak perlu dipertikaikan,” begitu suara tegas dari pesantren.

Pada hari-hari belakangan, ketika banyak pendatang muslim yang menginginkan berdirinya negara Islam dengan sistem khilafah di Bumi Pertiwi, pesantren juga yang dengan tegas menolaknya. Bagi orang-orang pesantren, tidak perlu ada negara agama di Indonesia. Jika pesantren tidak bersuara untuk itu, bisa-bisa Indonesia akan goyah, akan limbung. Bisa-bisa kita tak melihat Indonesia, seperti Indonesia hari ini.

Tinggalkan Balasan