International Magazine Review, Majalah Tebuireng Angkat Isu Krisis Ekologi

Arvin menjelaskan, para pekerja magang asal Indonesia di Jepang umumnya terlebih dahulu dibekali pemahaman mitigasi bencana sebelum bekerja. Hal itu dilakukan karena Jepang merupakan negara yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan bencana alam lainnya.

Selain pendidikan kebencanaan, ia juga menyoroti budaya disiplin masyarakat Jepang dalam mengelola sampah dan menjaga lingkungan. Menurutnya, masyarakat di sana diwajibkan memilah sampah secara rinci, mengikuti jadwal pembuangan tertentu, hingga membayar biaya pembuangan sampah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Tempat sampah justru ditiadakan agar masyarakat bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri,” katanya.

Arvin juga menyinggung tragedi pencemaran Minamata di Jepang sebagai pelajaran penting tentang dampak kerusakan lingkungan akibat limbah industri. Ia menilai, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kelestarian alam dan pengendalian emisi karbon.

Menurutnya, konsep “tobat ekologis” tidak hanya berkaitan dengan menjaga lingkungan, tetapi juga perubahan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi sampah, merawat barang agar tahan lama, serta menghemat energi.

Sementara itu, Aries mengajak peserta untuk membangun kepedulian lingkungan sejak dini. Ia mengisahkan ketertarikannya pada dunia alam yang tumbuh sejak menjadi pecinta alam semasa sekolah dan mahasiswa.

Tinggalkan Balasan