“Wahai Abu Nashr (Bisyr bin al-Harits), kamu termasuk orang yang ahli aA-Qur’an dan pencatat hadis, tapi mengapa kamu tidak mendalami bahasa Arab sehingga kamu tidak terjebak dalam kesalahan gramatika bahasa Arab?”
Bisyr langsung menjawab, “Wahai Abu al-Fahdl (al-‘Abbas bin Abdul Adzim al-‘Anbari), lalu siapa yang akan mengajariku ini?”,

“Aku, wahai Abu Nashr,” jawab al-‘Abbas mantap.
“Kalau begitu, langsung saja dimulai,” kata Bisyr.
“Coba kamu katakan ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا !” kata al-‘Abbas memberi intruksi awal.
“Tunggu dulu, kawan. Kenapa harus ada pemukulan di antara Zaid dan ‘Amr?” tanya Bisyr.
“Sebenarnya Zaid tidak benar-benar memukul ‘Amr, kawan. Kalimat itu memang sudah begitu adanya sejak dulu,” jawab al-‘Abbas.
“Wah, ini sejak awal sudah penuh kebohongan, jadi aku tidak perlu mempelajari nahu,” pungkas Bisyr.
Kelebihan Buku
Kepiawaian penulis dalam menarasikan dan mengalihbahasakan kisah-kisah unik dari sumber rujukan yang berbahasa Arab menjadi salah satu kelebihan buku ini. Sebab, bukanlah hal yang mudah untuk mengalihbahasakan kisah yang unik dan lucu dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Beberapa buku terjemahan justru kehilangan daya tariknya karena bermasalah pada hasil terjemah, pemilihan diksi yang kurang tepat, hingga kehilangan nuansa sastranya.
Selain itu, buku karya Musyfiqur Rahman ini sangat kaya akan referensi. Terdapat kurang lebih 100-an referensi berbahasa Arab yang ia jadikan rujukan dalam bukunya.
Kelebihan lain yang tak kalah penting adalah buku ini bisa menjadi teman ngobrol dan pelipur lara bagi para penuntut ilmu, terutama santri yang mengalami kejenuhan di kala mendalami ilmu nahu.
Data Buku:
Judul Buku: Ulama Nahwu Garis Lucu
Penulis: Musyfiqur Rahman
Penerbit: Diva Press
Tahun Terbit: Cetakan I, November 2023
Tebal: 212 Halaman; 14 x 20 cm
ISBN: 978-623-189-286-7.
