Hodja tersenyum lebar dan menjawab, “Tidak ada yang istimewa, hanya usaha dan sedikit cinta.”
Acara pernikahan dimulai, dan semua orang berkumpul di ruang makan. Saat makanan disajikan, Nasreddin melihat bahwa kue buatannya belum dikeluarkan. Ia pun dengan sabar menunggu saat yang tepat untuk memperkenalkan kue tersebut. Akhirnya, saatnya tiba dan kue dikeluarkan. Semua tamu terkesima melihat betapa indah dan lezatnya kue itu tampak.

Namun, ketika seseorang mencoba memotong kue, pisau itu tampaknya tidak bergerak seperti yang diharapkan.
“Coba lihat ini,” kata salah satu tamu dengan penasaran. “Sepertinya kue ini sangat keras!”
Nasreddin Hodja yang melihat kebingungan di wajah para tamu tidak bisa menahan tawa. Ia berdiri dan berkata, “Ah, sepertinya ada yang salah dengan pisau itu. Biarkan saya mencoba.”
Dengan penuh keyakinan, Nasreddin mengambil pisau dan mencoba memotong kue. Namun, bukannya memotong, pisau tersebut melompat dari tangan Hodja dan meluncur ke arah meja, membuat beberapa tamu terkejut.
Melihat reaksi tersebut, Nasreddin Hodja berkata sambil tertawa, “Ternyata, kue ini tidak hanya keras, tapi juga sangat bandel! Mungkin dia terlalu senang di hari bahagianya sehingga tidak mau dipotong.”
