Lailatul Qadar dan Silang Pendapat Ulama

Artinya: “Apabila telah memasuki sepuluh terakhir bulan Ramadan, maka Nabi Muhammad Saw menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya dan mengencangkan sarungnya.(Nailul al-Authar, IV, 319).

Jamaluddin Muhammad Jauzi di dalam kitab Kasful al-Muskil min Hadis Shahihain dan Badruddin al-Aini di dalam kitab Syarah Sunan Abi Daud mengatakan bahwa hadis yang pertama atau yang kedua tersebut memiliki dua interpretasi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pertama, harus fokus melakukan ibadah pada sepuluh terakhir bulan Ramadan, karena berharap memperoleh malam Lailatul Qadar. Kedua, harus lebih serius lagi dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, sebab sepuluh terakhir merupakan momen-momen yang tersisa bersama bulan Ramadan.

Sedangkan, pendapat yang masyhur dari kalangan Imam Hanafi mengatakan, malam Lailatur Qadar mungkin terjadi pada hari-hari biasa selama satu tahun, artinya tidak khusus hanya pada saat bulan Ramadan saja.

Sementara, sebagian kelompok Syafi’iyah yang ditarjih oleh al-Subki berpendapat, Lailatul Qadar terjadi hanya pada malam-malam bulan Ramadan saja dan tidak terjadi pada malam-malam lain di luar bulan Ramadan.

Beda lagi menurut Abi Razin al-Uqaily. Abi Razin berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada awal malam bulan Ramadan. Pendapat Imam Nawawi lain lagi. Imam Nawawi menyatakan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh kedua dari bulan Ramadan.

Menurut Imam Syafi’i, Lailatul Qadar terjadi pada malam awal sepuluh terakhir dari bulan Ramadan. Sedangkan para sahabat dan tabi’in mengatakan, Lailatul Qadar terjadi pada malam kedua puluh empat.

Imam Jauzi mengatakan, Lailatul Qadar terjadi pada malam kedua puluh lima. Kemudian bisa terjadi pula pada malam kedua puluh enam. Namun, berdasarkan hadis yang diriwayatkan Mu’awiyah, Lailatul Qadar terjadi pada malam kedua puluh tujuh. Ada pula yang mengatakan terjadi pada malam kedua puluh delapan.

Ibnu ‘Arabi berpendapat, Lailatul Qadar terjadi pada malam kedua puluh sembilan. Sedangkan, Qadhi Iyadh meriwayakan bahwasanya Lailatul Qadar terjadi pada malam ketiga puluh. Sementara, dalam metode Imam al-Ghazali:

Tinggalkan Balasan