Perlunya menjaga akhlak yang baik, seperti pernah diajarkan Abdurrahman an-Nahlawi, menjadi terasa sangat penting di era digital yang menyebabkan kehidupan begitu gaduh dengan masifnya ujaran kebencian. Menurut Abdurrahman an-Nahlawi, penyemaian akhlak yang bisa dilakukan melalui dialog.
Ia memberi contoh, ketika seseorang bertanya kepada guru (orang lain), hendaklah dilakukan dengan perkataan yang baik. Jangan sampai menyinggung perasaan atau bahkan sampai menjatuhkan harga diri seorang guru (orang lain), atau mengadu domba pendapat satu orang dengan yang lain nya. Memaksakan pendapat harus dihindari.

Jika dalam suatu komunitas masyarakat terdapat perselisihan, cara terbaik untuk menemukan titik terang adalah dengan dialog atau musyawarah, bukan saling menafikan dan menebarkan kebencian.
Ini juga sesuai dengan anjuran Ibnu Qayyim. Jika ada suatu masalah, orang harus duduk bersama untuk mendapatkan pemahaman. Menurut Ibnu Qayyim, ilmu memiliki enam tingkatan, yaitu bertanya dengan baik, mendengar dengan baik, memahami dengan baik, menghafal dengan baik, mengajarkan dan berbagi kepada sesama, dan saling menjaga batasan-batasannya.
