“Dalam perkembangan global yang karut marut ini, bangsa yang eksis adalah bangsa yang mampu mempertahankan dan sekaligus mengembangkan tradisinya. Karena itu, santri harus tetap berpijak dan berakar pada tradisinya. Di situlah khidmat jejaring duniasantri,” ungkap Kang Zastrouw.
Setelah orasi budaya selesai, KH Ahmad Solechan memimpin tahlil dan doa yang ditujukan untuk pendiri Pesantren Al Hikam KH Hasyim Muzadi dan salah seorang pendiri jejaring duniasantri Bisri Effendy. Kemudian, ditutup dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Dr Ahmad Suaedy

Musik dan Puisi
Bagian akhir dari Malam Apresiasi Budaya ini adalah pagelaran musik dan puisi, yang diawali oleh tampilan musik hadrah Majelis Shalawat Al-Hasyimiah Al-Hikam Depok. Disusul kemudian pembacaan puisi oleh santri dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nayla Autar dan Pesantren Al Hikam Depok Ahmad Dhiyaurrahman.
Yang paling menyedot perhatian adalah penampilan musisi Dima Miranda. Tampil solo dengan gitar akustik, tiga lagu yang dibawakan Dima memperoleh applaus panjang dari para penonton.
