Selain melakukan tindakan radikal, mereka juga terlibat dalam beberapa konflik dengan kelompok-kelompok lain yang berseberangan paham atau ideologi.
Dalam konteks Indonesia, radikalisme menjadi ancaman serius bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Maka dari itu penting bagi umat Islam untuk membangun dialog kerja sama antarumat beragama dalam melawan radikalisme.

Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yang sering menyoroti berbagai isu sosial dan keagamaan, termasuk radikalisme, yakni KH Ahmad Bahauddin Nur Salim alias Gus Baha. Menurutnya, ulama memiliki peran penting dalam menanggulangi radikalisme. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa cara.
Pertama, memberikan pemahaman agama yang benar. Menurutnya, ulama harus mengajarkan kepada masyarakat pemahaman agama yang benar. Hal ini penting untuk mencegah penyalahgunaan agama, yang dapat mengarah pada radikalisme. Nilai-nilai Islam seperti rahmatan lil alamin, toleransi, dan perdamaian harus ditekankan dalam pemahaman agama yang benar.
Kedua, menjadi teladan bagi masyarakat. Ulama harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam bersikap dan berperilaku. Selain itu, ulama harus menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan penuh kasih sayang.
