Aku melihat ia berjalan pelan
Hampir tak menyuarakan langkah
Seperti membawa rahasia tertutup kaca
Tersandung sedikit
Berderai riuh
Lalu kasak-kusuk
Membuat dadanya berkecamuk
Kulihat ia berjalan begitu hening
Hingga langkahnya tak ditebak angin
Suatu hari, ia mencoba melangkah lebih keras
Keluar dari punggung yang menutupinya
Tapi mulut-mulut di sana
Bagai jarum jam mendesaknya pulang
Saat Cinderella akan berubah compang-camping
Ia berlari lagi, di ruang hening
Hanya kesiur angin
Aroma bunga dan gemuruh aliran sungai
Serta suara burung
Mengantar mimpinya hingga ke jauh

Riau, 2026.
RANTING YANG PATAH DI HALAMAN
Bila ranting di depan rumah patah
Jangan menangis anak manis
Yang jatuh ke tanah
Adalah bab lain dari kisah
Ditulis olehnya sendiri
Kau boleh bersedih
Tapi jangan jadi sungai
Tanpa muara dan terus surut
Sebab hidup bukan sekadar air mata
Ia adalah sekumpulan bunga-bunga randu
Gugur di perkaranganmu
Lalu mekar lagi, dan lagi
Semakin banyak rekah
Tanah bersiap
Memeluk ketiadaan yang jatuh
Nasib melingkup
Dalam pelukan Tuhan
Riau, 2026.
Sumber ilustrasi: istock.
