PADA AKHIR FEBRUARI
Akhirnya ferbuari berlari
melepas diri dari sisa sisa nasib.

Bahkan sebelum petang itu mengepung
ada yang perlahan susut
kesunyian yang diriwayatkan
nenek moyang.
Barangkali ini semacam kecemasan
yang penuh kemungkinan
bahwa ingantan tentang perang
kerap membawa masa depan
beriman pada teknologi.
Dan bahkan pada akhirnya
suara yang kemaren mulai redam
perlu dikemas ulang
dengan dendam merah muda di dada.
Yogyakarta, 2026.
SENTIMENTALISME
Sudah terlalu lama dendam
disepuh bara api,
tak sedikit pun ada yang lebur
meski kematian mendesak
untuk terus berdamai.
Maka dengan mimpi panjang
segala upaya menggedor
setiap kebisuan yang pernah
dianggap ringkih.
Dan biarlah yang tersusun
menjelma tepuk tangan
bagi orang orang
yang kerap memandang
dengan dada pongah.
Yogyakarta, 2026.
SEBUAH PERANG
Sebuah perang
telah mempersembhakan maut
yang tumpah dalam gelas nasib
Yogyakarta, 2026.
DI SETIAP PEPERANGAN
Di atas langit nasib menuruni
setiap ledakan yang berkali-kali
menghaguskan bagian kota
dari asap tebal kematian.
Lalu di berbagai arah
tangisan seperti bahasa
yang perlu didengar meski
penuh dengan reruntuhan api.
Dan seakan kegetiran ini
adalah takdir yang tergeletak
setelah hasrat memakan
setiap langkah yang didera nafsu.
Yogyakarta, 2026.
MALAM DAN KETEGANGAN
Mimpi lepas tengah malam
ia tidur dengan bantal murung
lalu membayangkan kapan
peperangan ini akan selesai.
Dan malam penuh asap mesiu
doa doa disusun dengan isak tangis
lalu air mata berseleweran
membanjiri setiap sudut kota.
Yogyakarta, 2026.
