YOGYA SUATU SIANG
Siang melebur jadi serpihan angin
gerimis dari selatan telah mencuci langit
bersama jejak pedagang kaki lima.

Dan kota ini begitu sangat riuh
untuk menuntaskan segala kesedihan
yang kerap membikin orang-orang
kehilangan bakat tersenyum.
Dan betapa beringas kota ini
mendesak untuk terus berjalan
meski di sekitarnya orang-orang
berpakaian nasib lusuh.
Dan di antara riuh motor dan mobil
sepertinya ada suara yang lebih nyaring
tetapi terempas dari kehidupan.
Yogyakarta, 2026.
KALITALANG
Dari bawah Merapi kabut seperti
lembaran sejarah yang kerap menggambar
masa depan di dada pengunjung.
Di sana kisah tentang puncak
senantiasa menjadi bahasa segar pepohonan
dalam menyuburkan bentuk mimpi.
