YOGYA, SUATU SIANG

YOGYA SUATU SIANG

Siang melebur jadi serpihan angin
gerimis dari selatan telah mencuci langit
bersama jejak pedagang kaki lima.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dan kota ini begitu sangat riuh
untuk menuntaskan segala kesedihan
yang kerap membikin orang-orang
kehilangan bakat tersenyum.

Dan betapa beringas kota ini
mendesak untuk terus berjalan
meski di sekitarnya orang-orang
berpakaian nasib lusuh.

Dan di antara riuh motor dan mobil
sepertinya ada suara yang lebih nyaring
tetapi terempas dari kehidupan.

Yogyakarta, 2026.

 
KALITALANG

Dari bawah Merapi kabut seperti
lembaran sejarah yang kerap menggambar
masa depan di dada pengunjung.

Di sana kisah tentang puncak
senantiasa menjadi bahasa segar pepohonan
dalam menyuburkan bentuk mimpi.

Kalitalang, telah kudaki tubuhmu
dengan jejak yang tersangkut di antara
senyap reramputan.

Yogyakarta, 2026.

 
KLANGON

Sore turun dari tangga langit
dingin bergulir dari balik gunung
kabut seperti melempar ketenangan
bagi segala kesedihan.

Barangkali, di sini ketenangan
telah merumuskan banyak kenangan
yang hendak ia wartakan
pada sisa-sisa airmata.

Akhirnya, dengan mata telanjang
Merapi mengenali setiap keinginan
yang menunmpuk di antara kabut tebal
dan lahar yang mengering.

Yogyakarta, 2026.

 
DI PANTAI PARANGTRITIS

Riak ombak dari seletan
adalah upacara yang sengaja kulakukan
sebagai perwujudan untuk membuka
pintu purba di bibir pantai.

Meski terus menyisakan amok
ombak seperti lembaran musim
yang kerap berkaca pada biru langit.

Dan sejak itu aku bertamasya
lalu membanyangkan debur ombak
yang kerap menjahit sejarah
dari sobekan luka luka zaman.

Dan di sepanjang pantai pula

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan