“Nuzulul Qur’an ini merupakan momentum sakral dalam sejarah umat Islam, meniko kadadeane mandapipun al-Qur’an saking Lauhul Mahfudzh teng Baitul Izza,” ujarnya. Lebih lanjut Gus Muhammad menjelaskan proses turunnya Al-Qur’an serta hikmah yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Pendiri Pondok Pesantren Nurul Ilmi Wal Fikri KH Moh Nasir Aminullah, mengungkapkan, peringatan Nuzulul Qur’an ini juga menjadi salah satu kegiatan tahunan sekaligus penutup kajian kilat di Pesantren Nurul Ilmi Wal Fikri selama Ramadan. Para santri menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias dan rasa syukur, terlebih momen tersebut bertepatan dengan menjelang kepulangan mereka setelah mengikuti rangkaian kegiatan di pesantren.

Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Sirojut Tholibin al-Ihsan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.
